Hantu-hantu Istana Mengintai Jokowi
Ya, Jokowi adalah sebuah harapan.
Itulah alasan utama ia terpilih sebagai presiden, mengalahkan
rivalnya Prabowo Subianto. Mantan tukang mebel ini adalah sosok yang
dipercaya mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.
Menjelang pelantikannya sebagai
presiden, saya kira, banyak rakyat yang sudah dan ingin menitipkan
harapannya kepada Jokowi. Harapan dan pesan masyarakat itu sebagian
sudah berseliweran di mana-mana, terutama di media sosial yang memang
bisa dengan mudah diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Puteri mantan Presiden Abdurrahman
Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid, juga
tidak ketinggalan menitipkan pesannya kepada Jokowi. Tapi, yang
menarik, pesannya malah soal hantu, bukan harapan yang terkait dengan
posisi Jokowi sebagai presiden.
Sebagaimana ditulis salah satu media
online (di
sini), Yenny mengingatkan Jokowi dan keluarga,
bahwa ada banyak hantu di istana. Adanya banyak hal yang tak nyaman
di sana dan berbeda dibandingkan rumah masyarakat pada umumnya.
Saya tidak tertarik dengan bahasan soal
hantu sebagaimana dibayangkan oleh Yenny Wahid itu. Yang saya
bayangkan adalah hantu-hantu simbolis yang sangat mungkin mengganggu
kinerja, kebijakan, dan komitmen Jokowi yang ingin bekerja untuk
rakyat. Siapa saja hantu-hantu itu? Mari kita perbincangkan.
Pertama, para menteri. Proses seleksi
calon menteri saat ini memang cukup akuntabel, soalnya Jokowi juga
melibatkan KPK dan PPATK. Ada 43 nomenee yang sudah diserahkan ke
kedua lembaga ini untuk ditelusuri rekam jejaknya. Namun, pelibatan
dua lembaga ini tidak otomatis menutup peluang ada menteri terpilih
yang malah terjebak korupsi atau bekerja tidak sesuai dengan yang
diharapkan.
Kedua, partai dan elite politik. Yang
paling dekat adalah geng Koalisi Indonesia Hebat, terutama PDIP.
Hantu yang paling berbahaya dan sangat mengganggu Jokowi sebetulnya
berasal dari lingkaran koalisi ini. Sebab, bagaimana pun, mereka
tentu membawa kepentingannya masing-masing. Tarik menarik
kepentingan-kepentingan tersebut pasti sangat kuat. Jokowi mesti
ekstra hati-hati dengan hal ini.
Ketiga, kabarnya, Jokowi akan
menempatkan orang-orang khusus di Kantor Kepresidenan. Mereka ini
akan lebih banyak bersentuhan langsung dengannya. Tentu saja
orang-orang ini akan dipilih secara selektif, tetapi tetap saja
Jokowi harus waspada, jangan sampai ada mafia yang menyusup lewat
orang-orang ini.
Keempat, pengusaha hitam. Lingkaran
kekuasaan selalu menjadi magnet khusus bagi pengusaha hitam. Ingat,
salah satu alasan kejatuhan Soeharto adalah perilaku
pengusaha-pengusaha hitam dan rakus yang berada di lingkaran
kekuasaannya.
Kelima, hantu itu adalah Jokowi
sendiri. Sebetulnya, keempat potensi hantu yang sudah saya sebutkan
di atas bisa ditangani dengan relatif mudah kalau Jokowi mampu
menjaga komitmennya bekerja demi rakyat. Tetapi, kalau Jokowi lemah
dan mudah takluk, maka dampak atau akibatnya akan mudah ditebak,
bukan?
Jadi, Jokowi mesti ekstra hati-hati
dengan hantu-hantu yang berpotensi berseliweran di istana tersebut.
Keuletan Jokowi untuk menanganinya akan menentukan kesuksesan
pemerintahannya 5 tahun mendatang. Mudah-mudahan saja Jokowi bisa.
Artikel ini sebelumnya ditayangkan di
Kompasiana,
19 Oktober 2014
